Ulasan Materi Etika Komputer dan Etika Internet pada Sosial Media
Nama : Putu Ayu Citra Pratiwi
NIM : 1705552051
Universitas/Fakultas/Jurusan : Universitas Udayana/Fakultas Teknik/Teknologi Informasi
Mata Kuliah :
Aplikasi Sosial Media
Dosen :
I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.
Etika
Komputer dan Etika Internet pada Sosial Media
Sebagaimana
di dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari, di dunia komputer dan internet pun
terdapat etika. Dalam pemanfaatan komputer dan internet yang menghubungkan
semua pengguna di berbagai tempat, maka akan tebentuk satu atau beberapa
kelompok pengguna komputer dan internet, dalam bentuk komunitas maupun
masyarakat digital, masyarakat informasi, dan masyarakat internet.
Dengan adanya interaksi antarpengguna komputer dan internet, maka diperlukan
sebuah aturan yang dipahami bersama dalam bentuk etika. Namun perlu dipahami
terlebih dahulu, pengertian etika itu sendiri dan bagaimana bentuk penerpan
etika di dalam dunia komputer dan internet.
Definisi Etika
Etika adalah
seperangkat prinsip moral yang menjadi pedoman perilaku seseorang. Moral ini
dibentuk oleh norma-norma sosial, praktek-praktek budaya, dan pengaruh agama.
Etika mencerminkan keyakinan tentang apa yang benar, apa yang salah, apa yang
adil, apa yang tidak adil, apa yang baik, dan apa yang buruk dalam hal perilaku
manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
versi baru, terdapat sebuah revisi terhadap definisi dari etika. Etika di
definisikan dengan tiga buah definisi :
a) Etika sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
b)
Etika sebagai kumpulan asas dan
nilai yang berkaitan dengan akhlak.
c)
Etika sebagai nilai mengenai yang
benar dan yang salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.
Etika Komputer merupakan etika pada
penggunaan komputer dan sangat penting di dalam hubungan dan interaksi
antarpengguna komputer untuk menciptakan suasana yang kondusif. Etika komputer
menjadi aturan bersama yang dipahami dan dipatuhi oleh setiap pengguna komputer
pada kegiatan berkomputer mereka seperti untuk mematuhi UU ITE yang ada di
setiap Negara. Etika komputer mengatur semua pengguna komputer mulai dari level
bawah sampai level tertinggi. Jadi tidak ada perbedaan etika diantara para
pengguna komputer, hal ini dilakukan agar para pengguna tidak menyalahgunakan
komputer. Etika komputer merukapan kumpulan asas dan akhlak dari perbuatan yang
dianggap baik dan terpuji, yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer dan
interaksi antarpengguna komputer, contohnya dalam berinternet.
Internet sudah menjadi bukti adanya
perkembangan teknologi. Dalam perkembangan internet, para pengguna juga harus
memiliki etika agar menciptakan kondisi yang nyaman bagi para pengguna lainnya.
Dalam etika berkomputer di internet, dikenal istilah yang disebut dengan
Netiket. Netiket merupakan etika yang digunakan untuk berinteraksi dengan para
pengguna internet lainnya. Setidaknya terdapat 3 bagian dimana kita harus
menerapkan netiket tersebut dengan baik.
1. Miling List
Milis atau Miling List merupakan
layanan surat elektronik berantai yang banyak digunakan untuk menggantikan
fungsi sebuah forum diskusi yang membahas satu atau beberapa topik secara
online. Dalam hal ini, para pengguna milis harus memiliki akun layanan E-Mail,
misalnya seperti Gmail dan Yahoo!. Di dalam milis juga terdapat aturan yang
wajib dipatuhi oleh para penggunanya, seperti dalam hal konten, penggunaan
bahasa dan singkatan, tidak keluar dari topic pembicaraan (out of topic), dll.
2. Forum
Forum merupakan salah satu media
komunikasi yang menyediakan banyak topik diskusi dalam bentuk Thread. Sehingga para pengguna bisa
memilih untuk berdiskusi pada kategori (sub-forum)
yang ada. Forum juga menyediakan beberapa fitur yang menunjang dalam
berdiskusi, seperti file attachment, emoticon, quote, bahkan chatting, dan video conference. Didalam forum, ada beberapa aturan dan etika yang
harus kita pahami. Contohnya seperti membiasakan membaca FAQ (Frequently Asking
Question) yang sudah disampaikan oleh pengguna lain, selalu menggunakan
kata-kata yang sopan, tidak melakukan kerusuhan disuatu forum (SARA) dan selalu
membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan
oleh para pengguna lainnya.
3. Jejaring Sosial (Social
Network)
Sudah cukup banyak jejaring sosial
yang diciptakan untuk mempermudah penyebaran informasi ataupun hanya sekedar
berkomunikasi dengan kerabat. Karena banyaknya pengguna, perlu adanya
diterapkan sebuah aturan yang disepakati bersama dalam bentuk etika atau
Netiket. Contohnya seperti menggunakan kata-kata yang sopan, tidak mengumbar
aib diri sendiri ataupun aib orang lain yang sebenarnya orang lain tidak perlu
mengetahuinya, tidak mempublikasikan data diri secara detail (alamat
rumah/nomor telfon), tidak menyalahgunakan jejaring sosial sesuai yang
tercantum dalam UU ITE dan gunakanlah media, fitur, dan fasilitas di jejaring
sosial untuk berteman baik dengan sesama penggunanya ataupun untuk bertukar
informasi penting dan pengetahuan.
Hubungan
Media Sosial dengan Etika Komputer dan Etika Internet
Hubungan yang terjadi
antara media sosial dengan etika komputer dan etika internet adalah peran media
sosial dalam interaksi di zaman yang maju ini. Interkasi di zaman maju ini
tidak hanya di lakukan di dunia nyata tapi juga dilakukan di dunia maya atau di
internet. Berinteraksi di dunia maya atau di internet harus mentaai
aturan-aturan bertetika di komputer dan beretika di internet, karena layaknya di dunia nyata
kesopanan dan etika di dunai maya juga diperhatikan karena dapat juga menyinggung orang
lain apabila tidak mentaati atura yang telah ada tentang beretika di internet
maupun beretika di komputer. Sebagai contohnya mengupload status di aplikasi
Line, dalam mengupload harus sudah sesuai dengan KBBI dan sesuai dengan norma
tentang etika baik etika internet maupun etika komputer.
DAFTAR PUSTAKA :
Materi Pertemuan Kesembilan tetntang Etika Komputer
dan Etika Intenet dalam Sosial Media oleh Dosen : I Putu Agus Eka Pratama,
ST.,MT.

Comments
Post a Comment